A A
RSS

CATATAN PENTING MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI 1427 H

Tue, Oct 17, 2006

Berita

CATATAN PENTING MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI 1427 H

  1. Ijtimak

    1. Berdasarkan program Moon Calculator, Ijtimak menjelang 1 Syawal 1427 H terjadi pada hari Ahad, 22 Oktober 2006 pukul 5h 15m 08s TD = 12 : 15 : 08 WIB.

    2. Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah, Ijtimak menjelang Syawal 1427 H terjadi pada hari Ahad, 22 Oktober 2006 pukul 12 : 15 : 00 WIB. Saat matahari terbenam di Yogyakarta, hilal sudah wujud.

  1. Kemungkinan Lebaran

Berdasarkan data tersebut, secara perhitungan lebaran kemungkinan besar jatuh pada hari Senin, 23 Oktober 2006. Akan tetapi, karena sebagian kaum muslimin mengawali puasa pada hari Sabtu, 23 September 2006, maka rukyatul hilal akan dilakukan pada hari Sabtu, 21 Oktober 2006. Akankah terlihat hilal?

Secara matematis HILAL TIDAK MUNGKIN TERLIHAT karena pada tanggal

21 Oktober 2006 belum terjadi ijtimak. Justru jika dirukyat yang terlihat bukan hilal/bulan muda. Oleh karena itu, kemungkinan lebaran tanggal 22 Oktober 2006 adalah suatu hal yang hampir MUSTAHIL.

  1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah harus dibayarkan sebelum sholat ied. Bagi anda yang telah memulai puasa pada hari Sabtu, tanggal 23 September 2006, maka sebaiknya zakat dibayarkan paling lambat hari Sabtu, 21 Oktober 2006. Mengingat panitia zakat di masjid-masjid kemungkinan berhari raya di hari yang berbeda, maka sebaiknya serahkan sendiri zakat anda langsung kepada yang berhak, atau titipkan kepada panitia yang lebarannya sama dengan anda.

  1. Sikap Terbaik

Seperti persiapan menjelang Ramadhan kemarin, maka lakukan hal-hal berikut :

      1. Carilah informasi akhir Ramadhan 1427 H pada hari Ahad, 22 Oktober 2006 pagi hari menjelang subuh. Jika ada informasi lebaran, maka berbukalah. Jika tidak ada informasi lebaran, maka berniatlah puasa. Lakukan hal ini meskipun kita hampir yakin 22 Oktober bukanlah hari lebaran.

      2. Jangan lupa, nyalakan terus HP anda.

      3. Jika bertemu dengan orang yang berbeda hari raya, tidak usah eyel-eyelan tanpa dalil. Berdiskusilah dengan kembali kepada dalil. Dalam masalah seperti ini, perbedaan pendapat adalah suatu hal yang biasa. Yang penting, semua merujuk pada dalil. Sikap yang kurang tepat adalah adalah waton kenceng alias fanatik buta. Btw, masih banyak topik diskusi lain yang lebih urgen dibanding masalah ini.

  1. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua. Amin.

Selasa, 17 Oktober 2006

ttd

Farid Ma’ruf

(02747853974, 08175423370, faridm_yk@yahoo.com, www.syariahpublications.com)

Ref :

1. MOON CALCULATOR Version 6.0 Program & documentation by Dr. Monzur Ahmed

49 Kempson Avenue, Birmingham, B72 1HE, U.K. Released: 10th October 2001

2. Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor : 12/MLM/I.0/E/2006 Tentang Penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1427 Hijriyah serta Himbauan Menyambut Ramadhan 1427 Hijriyah

Leave a Reply

Empat puluh ribu massa yang diorganisir HTI melakukan aksi protes atas agresi militer Israel ke Jalur Gaza.

Syariah Publications.Com - Stasiun Metro TV pada tanggal 15 Oktober 2008 menayangkan acara Today’s Dialogue dengan tema : Runtuhnya Kapitalisme Global. Menampilkan nara sumber :

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

Rizal Mallarangeng (Dir Executive Freedom Institute)

Hendri Saparini (Managing Dir Econit)

Erwin Aksa (Ketua Umum HIPMI)

Tun Kelana Jaya (Ekonom Syariah)

Dalam dialog ini, Rizal Mallarangeng terlihat memposisikan diri sebagai pembela kapitalisme. Krisis ekonomi global ini bukanlah terjadi karena sistem yang salah. Oleh karena itu, sistem ekonomi kapitalis tidak perlu diganti. Rizal menawarkan solusi pragmatis, serta tidak setuju solusi radikal. Bagaimana dengan ekonomi syariah? Ia mengatakan bahwa ekonomi syariah masih perlu dibuktikan lagi (tampak bahwa Rizal tidak setuju ekonomi syariah).

Hendri Saparini sangat kritis terhadap kapitalisme. Berbagai data dan analisis beliau sajikan yang intinya menunjukkan keburukan serta kesalahan sistem ekonomi kapitalis. Kita perlu penataan kembali. Sistem yang sekarang adalah salah. Kapitalisme pasti menimbulkan kesenjangan. Apa alternatifnya? Bisa jadi sistem ekonomi Islam ataukah yang tadi dikatakan sistem ekonomi Pancasila. Intinya, kapitalisme salah. Sistem alternatif belum secara tegas beliau sampaikan.

Erwin Aksa berpendapat bahwa masalah ini hanya di sektor non riil, sementara sektor riil relaif masih bisa bertahan. Oleh karena itu, sektor riil lebih perlu dijaga daripada sistem non riil.

Tun Kelana Jaya berpendapat bahwa sistem ekonomi kapitalis adalah sistem yang salah. Ekonomi kapitalis banyak berkutat pada sektor non riil dan sangat sedikit di sektor riil. Oleh karena itu, kita harus kembali ke jalan yang benar. Apakah jalan yang benar itu? Sistem ekonomi Islam (ekonomi syariah). Orang-orang cerdas pasti bisa memilih sistem alternatif mana yang benar.

Saya cukup terkejut ketika host menanyakan beberapa pertanyaan yang menurut saya sangat luar biasa. Misalnya :

  1. Apakah ini adalah the end of capitalism
  2. Apakah sudah ada negara yang melaksanakan sistem ekonomi selain kapitalisme?

Sayangnya, pertanyaan kritis ini kurang terjawab dengan memuaskan dalam forum ini. Oleh karena itu, penting bagi Metro TV untuk melanjutkan dialog ini dengan tema lanjutannya, yaitu : Sistem Ekonomi Islam sebagai pengganti Sistem Ekonomi Kapitalis. Apakah akan ditayangkan? (Farid Ma’ruf; www.syariahpublications.com)

File video lengkap dialog ini :

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

Categories