A A
RSS

Silaturahim Mubaligh Se-Kabupaten Bantul

Wed, Dec 13, 2006

Berita

Silaturahim Mubaligh Se-Kabupaten Bantul

Bantul.Syariah Publications.DPD II HTI Kab. Bantul bekerja sama dengan Pemda Kab. Bantul menyelenggarakan Silaturahim Mubaligh se-Kabupaten Bantul. Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 9 Desember 2006 pukul 19.30 WIB di Pendopo Kantor Bupati Bantul ini dihadiri 200 mubaligh perwakilan dari 17 kecamatan yang ada di Bantul. Dalam acara pembukaan, sambutan disampaikan oleh Wakil Bupati Bantul, Drs. Sumarno PRS yang bertugas mewakili Bupati Bantul, Drs. H Idham Samawi yang kebetulan pada saat bersamaan harus berkoordinasi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X membahas teknis pembagian bantuan tahap II. Dalam sambutannya Drs. Sumarno PRS menyampaikan perasaan sangat gembira dari Bupati Bantul. Acara Silaturahim Mubaligh ini hendaknya terus dikembangkan sehingga Bantul Baru yang lebih baik pasca gempa dapat tercapai.

Dalam kesempatan ini, ketua MUI Kab. Bantul, KH M Zahid Ridwan juga menyampaikan pidato sambutan. Beliau menjelaskan bahwa ulama dan juru dakwah menempati posisi yang penting melalui ungkapan “al-Ulama Warosatul Anbiya”. Beban tugas yang dipikul para mubaligh terasa berat seiring dengan kondisi faktual berupa maraknya Penyakit Masyarakat (PEKAT). Kinerja secara aktif dan preventif dalam menciptakan suasana agamis dan sekaligus memberantas penyakit masyarakat yang dalam agama terumuskan pada konsep Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar.

Acara yang dihadiri juga oleh Wakil DPRD Bantul, Wakapolres Bantul, Wakil dari Departemen Agama Kab. Bantul, Muspida Kab. Bantul, dan Muspika Kecamatan Bantul ini dipandu oleh Ust. Ir. Wahyu WD yang mengawali dengan menyampaikan urgensi Bantul Baru yang bersyariah. Sebelum sesi pengajian, perwakilan mubaligh diberikan kesempatan untuk menyampaikan pemikirannya terkait dengan kondisi Bantul pasca gempa. Ust Lukman, seorang mubaligh dari Kecamatan Sedayu menyampaikan sebuah kritik pedas kepada Pemda Bantul karena sampai saat ini masih banyak kemaksiatan di Bantul, tetapi penanganan dari pemerintah tidak ada.

Kesempatan selanjutnya diberikan kepada Ust. HM Ismail Yusanto, M.M; Juru Bicara HTI untuk menyampaikan gagasan HTI tentang syariah Islam. Beliau menjelaskan bahwa saat ini kita sudah sangat membutuhkan penerapan syariah. Pengalaman penerapan perda syariah di Kab. Bulukumba menunjukkan hasil yang sangat positif. Kriminalitas menurun drastis. Lebih bagus lagi, masyarakat Kristen dan Tionghoa Bulukumba yang nota bene non muslim, ternyata mendukung penerapan perda syariah. Sudah saatnya, Bantul baru pasca gempa adalah Bantul yang bersyariah.

Sesi tanya jawab terlihat tampak lebih semarak. Perwakilan mubaligh yang mendapat kesempatan berbicara menyampaikan berbagai uneg-unegnya. Drs Sumarno PRS yang menjadi representasi pemda menjadi sasaran pelampiasan kekesalan mubaligh terhadap berbagai masalah, mulai dari masih banyaknya kemaksiatan di Bantul, hingga pembagian bantuan rekonstruksi pasca gempa yang dirasa masih banyak kekurangan. Para mubaligh juga mengharapkan agar forum seperti ini terus dilanjutkan agar Bantul baru yang bersyariah dapat terwujud. Suasana yang terbangun terasa sangat bersemangat, lebih-lebih saat terdengar teriakan-teriakan takbir dari para mubaligh pada saat usulan penerapan syariah disampaikan. Ust. HM Ismail Yusanto, M.M. secara khusus menyampaikan rasa salutnya kepada Drs. Sumarno PRS karena walaupun telah ditonjok dengan kritik-kritik pedas, ternyata tetap berkenan mengikuti acara sampai akhir.

Setelah acara ditutup, para pejabat dan mubaligh bersalaman. Jubir HTI, pengurus DPD II HTI Kab. Bantul, Wakil Bupati Bantul, dan wakil dari Depag Bantul sempat berfoto bersama sebelum meninggalkan Pendopo Kantor Bupati Bantul. (Farid Ma’ruf)

www.syariahpublications.com

Leave a Reply

Empat puluh ribu massa yang diorganisir HTI melakukan aksi protes atas agresi militer Israel ke Jalur Gaza.

Syariah Publications.Com - Stasiun Metro TV pada tanggal 15 Oktober 2008 menayangkan acara Today’s Dialogue dengan tema : Runtuhnya Kapitalisme Global. Menampilkan nara sumber :

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

Rizal Mallarangeng (Dir Executive Freedom Institute)

Hendri Saparini (Managing Dir Econit)

Erwin Aksa (Ketua Umum HIPMI)

Tun Kelana Jaya (Ekonom Syariah)

Dalam dialog ini, Rizal Mallarangeng terlihat memposisikan diri sebagai pembela kapitalisme. Krisis ekonomi global ini bukanlah terjadi karena sistem yang salah. Oleh karena itu, sistem ekonomi kapitalis tidak perlu diganti. Rizal menawarkan solusi pragmatis, serta tidak setuju solusi radikal. Bagaimana dengan ekonomi syariah? Ia mengatakan bahwa ekonomi syariah masih perlu dibuktikan lagi (tampak bahwa Rizal tidak setuju ekonomi syariah).

Hendri Saparini sangat kritis terhadap kapitalisme. Berbagai data dan analisis beliau sajikan yang intinya menunjukkan keburukan serta kesalahan sistem ekonomi kapitalis. Kita perlu penataan kembali. Sistem yang sekarang adalah salah. Kapitalisme pasti menimbulkan kesenjangan. Apa alternatifnya? Bisa jadi sistem ekonomi Islam ataukah yang tadi dikatakan sistem ekonomi Pancasila. Intinya, kapitalisme salah. Sistem alternatif belum secara tegas beliau sampaikan.

Erwin Aksa berpendapat bahwa masalah ini hanya di sektor non riil, sementara sektor riil relaif masih bisa bertahan. Oleh karena itu, sektor riil lebih perlu dijaga daripada sistem non riil.

Tun Kelana Jaya berpendapat bahwa sistem ekonomi kapitalis adalah sistem yang salah. Ekonomi kapitalis banyak berkutat pada sektor non riil dan sangat sedikit di sektor riil. Oleh karena itu, kita harus kembali ke jalan yang benar. Apakah jalan yang benar itu? Sistem ekonomi Islam (ekonomi syariah). Orang-orang cerdas pasti bisa memilih sistem alternatif mana yang benar.

Saya cukup terkejut ketika host menanyakan beberapa pertanyaan yang menurut saya sangat luar biasa. Misalnya :

  1. Apakah ini adalah the end of capitalism
  2. Apakah sudah ada negara yang melaksanakan sistem ekonomi selain kapitalisme?

Sayangnya, pertanyaan kritis ini kurang terjawab dengan memuaskan dalam forum ini. Oleh karena itu, penting bagi Metro TV untuk melanjutkan dialog ini dengan tema lanjutannya, yaitu : Sistem Ekonomi Islam sebagai pengganti Sistem Ekonomi Kapitalis. Apakah akan ditayangkan? (Farid Ma’ruf; www.syariahpublications.com)

File video lengkap dialog ini :

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

Categories