A A
RSS

Menuju Indonesia Bebas Krisis Dengan Syariah

Fri, Jan 5, 2007

Hadis

Persoalan bangsa Indonesia dalam bidang ekonomi dan politik selalu menjadi perhatian banyak kalangan. Mulai masalah ketergantungan kepada asing hingga pengelolaan sumber daya alam menjadi isu yang setiap saat terdengar melalui mass media. Bahwa Indonesia sedang dalam krisis multidimensional adalah perkara yang jelas bagi kita semua. Masalahnya adalah tidak adakah solusi yang bisa digunakan untuk mengentaskan negeri ini dari berbagai persoalan yang sedang dihadapi?
Umat Islam sebagai bagian terbesar bangsa Indonesia semestinya mampu memberikan harapan berupa wacana solutif bagi persoalan bangsa, karena sesungguhnya Islam memiliki ajaran yang implementatif di berbagai bidang kehidupan. Sayangnya Islam sering lebih tampil sebagai solusi personal akan persoalan individual, sedangkan konsepsi Islam atas persoalan publik belum mendapatkan tempat dan kajian yang memadai, baik persoalan nasional maupun internasional.
Atas dasar pemikiran diatas dan sebagai wujud kepedulian terhadap negeri ini, maka Hizbut Tahrir Indonesia DPD I DIY menyelenggarakan Diskusi Publik Refleksi Pergantian Tahun, bertajuk “Menuju Indonesia Bebas Krisis dengan Syariah”, dengan menampilkan pembicara: Prof. Dr. Amin Rais, Munarman, SH.(Mantan Ketua YLBHI), dan Ir. Dwi Condro Triono, M.Ag (Kandidat Doktor Ekonomi Islam, Universitas Kebangsaan Malaysia ).
Acara tersebut terbuka bagi umum dan insyaAllah akan dilaksanakan pada :
Hari/ tanggal     : Ahad,  7 Januari 2007
Waktu              : 08.00-12.00
Tempat : Sport Hall Kridosono
 
Persoalan menemukan solusi bagi krisis bangsa tentu saja merupakan pekerjaan rumah lanjutan yang tidak mudah pula untuk diselesaikan. Namun paling tidak, melalui forum ini ketidakstabilan politik, kesenjangan sosial, ketidakpastian hukum dan keterpurukan ekonomi di negeri ini dapat ditemukan solusinya secara tepat menuju Indonesia yang bebas krisis dengan syariah.
 
Bey Laspriana
Ketua Lajnah I’lamiyah HTI DPD I DIY
Cp: 08157937413

Leave a Reply

Empat puluh ribu massa yang diorganisir HTI melakukan aksi protes atas agresi militer Israel ke Jalur Gaza.

Syariah Publications.Com - Stasiun Metro TV pada tanggal 15 Oktober 2008 menayangkan acara Today’s Dialogue dengan tema : Runtuhnya Kapitalisme Global. Menampilkan nara sumber :

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

Rizal Mallarangeng (Dir Executive Freedom Institute)

Hendri Saparini (Managing Dir Econit)

Erwin Aksa (Ketua Umum HIPMI)

Tun Kelana Jaya (Ekonom Syariah)

Dalam dialog ini, Rizal Mallarangeng terlihat memposisikan diri sebagai pembela kapitalisme. Krisis ekonomi global ini bukanlah terjadi karena sistem yang salah. Oleh karena itu, sistem ekonomi kapitalis tidak perlu diganti. Rizal menawarkan solusi pragmatis, serta tidak setuju solusi radikal. Bagaimana dengan ekonomi syariah? Ia mengatakan bahwa ekonomi syariah masih perlu dibuktikan lagi (tampak bahwa Rizal tidak setuju ekonomi syariah).

Hendri Saparini sangat kritis terhadap kapitalisme. Berbagai data dan analisis beliau sajikan yang intinya menunjukkan keburukan serta kesalahan sistem ekonomi kapitalis. Kita perlu penataan kembali. Sistem yang sekarang adalah salah. Kapitalisme pasti menimbulkan kesenjangan. Apa alternatifnya? Bisa jadi sistem ekonomi Islam ataukah yang tadi dikatakan sistem ekonomi Pancasila. Intinya, kapitalisme salah. Sistem alternatif belum secara tegas beliau sampaikan.

Erwin Aksa berpendapat bahwa masalah ini hanya di sektor non riil, sementara sektor riil relaif masih bisa bertahan. Oleh karena itu, sektor riil lebih perlu dijaga daripada sistem non riil.

Tun Kelana Jaya berpendapat bahwa sistem ekonomi kapitalis adalah sistem yang salah. Ekonomi kapitalis banyak berkutat pada sektor non riil dan sangat sedikit di sektor riil. Oleh karena itu, kita harus kembali ke jalan yang benar. Apakah jalan yang benar itu? Sistem ekonomi Islam (ekonomi syariah). Orang-orang cerdas pasti bisa memilih sistem alternatif mana yang benar.

Saya cukup terkejut ketika host menanyakan beberapa pertanyaan yang menurut saya sangat luar biasa. Misalnya :

  1. Apakah ini adalah the end of capitalism
  2. Apakah sudah ada negara yang melaksanakan sistem ekonomi selain kapitalisme?

Sayangnya, pertanyaan kritis ini kurang terjawab dengan memuaskan dalam forum ini. Oleh karena itu, penting bagi Metro TV untuk melanjutkan dialog ini dengan tema lanjutannya, yaitu : Sistem Ekonomi Islam sebagai pengganti Sistem Ekonomi Kapitalis. Apakah akan ditayangkan? (Farid Ma’ruf; www.syariahpublications.com)

File video lengkap dialog ini :

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

Categories