A A
RSS

SUBDOMAIN GRATIS UNTUK BLOG ISLAMI

Mon, Feb 5, 2007

Berita

Syariah Publications. Memiliki webblog sangat populer akhir-akhir ini. Aktivis Islam pun tidak ketinggalan berlomba-lomba membuat blog. Blog para aktivis ini banyak berisi artikel-artikel keislaman yang ditulis secara bebas. Tidak sedikit juga yang berisi buku harian seperti lazimnya blog. Buku harian seorang aktivis tentu sangat khas, berisi agenda kegiatan dakwah Islam. Tren baru ini membuat banyak perusahaan berlomba-lomba menawarkan fitur blog yang menarik. Harapannya, agar semakin banyak orang yang memakai blog di perusahaan mereka. Banyaknya pemakai blog akan mengundang para pengiklan untuk beriklan di perusahaan penyedia blog tersebut. Pundi-pundi uang pun masuk ke kantong perusahaan penyedia blog yang rata-rata dimiliki kapitalis barat.

Sifatnya yang gratisan membuatnya mempunyai beberapa kekurangan, yaitu alamat yang panjang; biasanya berpola www.namaanda.perusahaanblog.com. Selain itu, blog juga banyak berisi iklan-iklan yang sangat mungkin tidak kita kehendaki. Tidak aneh kalau kita mengakses sebuah blog milik aktivis Islam, tetapi menampilkan banner gambar wanita berpose syur. Inilah konsekuensi dari menu gratis.

Memahami ketidaknyamanan ini, Syariah Publications menawarkan sebuah program untuk menyembunyikan alamat perusahaan blog yang panjang, diganti dengan www.syariahpublications.com. Tentu akan lebih nyaman bila seorang aktivis dakwah Islam menjadi subdomain web Islam, bukan web kapitalis. Subdomain gratis ini memungkinkan pemakainya mempunyai alamat baru. Misalnya seorang blogger Islami bernama Hartati mempunyai blog dengan alamat : www.hartati.blogs.perusahaanblog.com. Cukup panjang dan secara langsung beriklan untuk perusahaan blog tersebut. Dengan mendaftar menjadi subdomain Syariah Publications, alamatnya menjadi : www.hartati.syariahpublications.com. Berbeda dengan sebelumnya yang mengiklankan perusahaan blog kapitalis, kali ini Hartati telah membantu mempopulerkan salah satu web Islami.

Bagaimana dengan redirect yang juga telah ada. Misalnya Hartati mendaftar di sebuah redirect, maka alamatnya menjadi www.hartati.redirect.com. Sayangnya, banyak perusahan redirect menambahkan iklan di situs kita sehingga sebagian ruang situs kita menjadi tertutup iklan mereka. Jika mendaftar menjadi sub domain Syariah Publications, maka tidak akan ada satu iklan pun yang akan mengganggu tampilan blog anda.

Lebih bagus lagi,  bagi anda yang mempunyai blog yang nyaris tanpa iklan misalnya di wordpress (www.wordpress.com) atau blogger (www.blogger.com), maka anda akan terbebas dari iklan. Sebagai contoh, anda bisa mengakses situs Konsultasi Islam (www.konsultasi.syariahpublications.com). Hosting web ini ada di wordpress, lengkap dengan template php gratis yang sudah terinstall. Anda tinggal pakai saja. Uniknya, tidak ada iklan yang tampil di situs ini. Sehingga tampilan situs Konsultasi Islam sangat mirip dengan situs komersial berbayar, baik dilihat dari sisi domainnya maupun hostingnya.

Menu baru ini akan terus dikembangkan oleh Syariah Publications. Harapannya, kebiasaan aktivis Islam memberikan alamat webblognya kepada rekan-rekannya akan sekaligus bisa menjadi dakwah Islam. Anda yang berminat bisa menghubungi admin; M.E. Fakhrurrozi. Selamat berdakwah. (faridm)

2 Comments For This Post

  1. Akhmad junaidi Says:

    Assalamualaikum,
    Terima kasih, artikel ini sangat bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi semua yang baru belajar ngeblog. Sukran….

  2. ahmadnajib Says:

    Assalamu’alaikum,
    Saya iseng-iseng mampir, Jadinya pingin punya blog sendiri untuk berdakwah, gimana caranya?

Leave a Reply

Empat puluh ribu massa yang diorganisir HTI melakukan aksi protes atas agresi militer Israel ke Jalur Gaza.

Syariah Publications.Com - Stasiun Metro TV pada tanggal 15 Oktober 2008 menayangkan acara Today’s Dialogue dengan tema : Runtuhnya Kapitalisme Global. Menampilkan nara sumber :

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

Rizal Mallarangeng (Dir Executive Freedom Institute)

Hendri Saparini (Managing Dir Econit)

Erwin Aksa (Ketua Umum HIPMI)

Tun Kelana Jaya (Ekonom Syariah)

Dalam dialog ini, Rizal Mallarangeng terlihat memposisikan diri sebagai pembela kapitalisme. Krisis ekonomi global ini bukanlah terjadi karena sistem yang salah. Oleh karena itu, sistem ekonomi kapitalis tidak perlu diganti. Rizal menawarkan solusi pragmatis, serta tidak setuju solusi radikal. Bagaimana dengan ekonomi syariah? Ia mengatakan bahwa ekonomi syariah masih perlu dibuktikan lagi (tampak bahwa Rizal tidak setuju ekonomi syariah).

Hendri Saparini sangat kritis terhadap kapitalisme. Berbagai data dan analisis beliau sajikan yang intinya menunjukkan keburukan serta kesalahan sistem ekonomi kapitalis. Kita perlu penataan kembali. Sistem yang sekarang adalah salah. Kapitalisme pasti menimbulkan kesenjangan. Apa alternatifnya? Bisa jadi sistem ekonomi Islam ataukah yang tadi dikatakan sistem ekonomi Pancasila. Intinya, kapitalisme salah. Sistem alternatif belum secara tegas beliau sampaikan.

Erwin Aksa berpendapat bahwa masalah ini hanya di sektor non riil, sementara sektor riil relaif masih bisa bertahan. Oleh karena itu, sektor riil lebih perlu dijaga daripada sistem non riil.

Tun Kelana Jaya berpendapat bahwa sistem ekonomi kapitalis adalah sistem yang salah. Ekonomi kapitalis banyak berkutat pada sektor non riil dan sangat sedikit di sektor riil. Oleh karena itu, kita harus kembali ke jalan yang benar. Apakah jalan yang benar itu? Sistem ekonomi Islam (ekonomi syariah). Orang-orang cerdas pasti bisa memilih sistem alternatif mana yang benar.

Saya cukup terkejut ketika host menanyakan beberapa pertanyaan yang menurut saya sangat luar biasa. Misalnya :

  1. Apakah ini adalah the end of capitalism
  2. Apakah sudah ada negara yang melaksanakan sistem ekonomi selain kapitalisme?

Sayangnya, pertanyaan kritis ini kurang terjawab dengan memuaskan dalam forum ini. Oleh karena itu, penting bagi Metro TV untuk melanjutkan dialog ini dengan tema lanjutannya, yaitu : Sistem Ekonomi Islam sebagai pengganti Sistem Ekonomi Kapitalis. Apakah akan ditayangkan? (Farid Ma’ruf; www.syariahpublications.com)

File video lengkap dialog ini :

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

Categories