A A
RSS

GAJI PNS DITABUNG DI BANK, DAPAT BUNGA

Tue, Mar 13, 2007

Ekonomi, Kritik

Pertanyaan :

Jazakallah penjelasannya. Jadi solusinya gimana bagi yg memiliki tabungan tsb? Misalnya PNS yg gajinya ditransfer ke XXX (Nama Bank Konvensional-red) dan selalu mendapat bunga krn disimpan ?

Mar 7, 10:52 AM —

dix | sidiq.hidayat@gmail.com | sshidayat.wordpress.com | IP: 150.29.100.228

Jawaban :

Bunga bank jelas haramnya (baca artikel : Apakah Bunga Bank Termasuk Riba?). Dengan alasan apapun, bunga bank tidak boleh dimanfaatkan (baca : Bagaimana Jika Bunga Bank Disodaqohkan?).

Oleh karena itu, menurut kami, ada beberapa alternatif terkait masalah anda :

  1. Ambil gaji secara langsung (tidak transfer via bank).
  2. Pindah tempat transfer gaji ke Bank Syariah sehingga tidak mendapat bunga.
  3. Jika tidak bisa pindah transfer (artinya tetap di Bank Konvensional), jangan ambil bunganya. Mau tidak mau anda harus menghitung berapa uang anda sesungguhnya. Berapa pemasukan, berapa pengambilan, berapa potongan biaya administrasi, berapa bunganya, dan lain sebagainya. Semua harus diperhatikan dengan jelas dan dihitung. Nilai nominal yang tertera di buku tabungan anda tentu lebih besar dibanding nilai uang anda sesungguhnya. Beruntung, dengan sistem komputerisasi yang dipakai berbagai bank, saat ini hal tersebut tidak sulit dilakukan. Anda tinggal melihat history transaksi di buku tabungan. Ada juga bank yang menyediakan fasilitas history transaksi via ATM. Semua akan terlihat jelas, sehingga anda tidak keliru dalam menghitung uang anda.

Demikian tanggapan kami. Semoga anda tidak tergiur untuk mengambil bunga bank walaupun nilainya besar.

Yogyakarta, 13 Maret 2007

Tim Konsultan Syariah Publications;

Farid Ma’ruf

Leave a Reply

Empat puluh ribu massa yang diorganisir HTI melakukan aksi protes atas agresi militer Israel ke Jalur Gaza.

Syariah Publications.Com - Stasiun Metro TV pada tanggal 15 Oktober 2008 menayangkan acara Today’s Dialogue dengan tema : Runtuhnya Kapitalisme Global. Menampilkan nara sumber :

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

Rizal Mallarangeng (Dir Executive Freedom Institute)

Hendri Saparini (Managing Dir Econit)

Erwin Aksa (Ketua Umum HIPMI)

Tun Kelana Jaya (Ekonom Syariah)

Dalam dialog ini, Rizal Mallarangeng terlihat memposisikan diri sebagai pembela kapitalisme. Krisis ekonomi global ini bukanlah terjadi karena sistem yang salah. Oleh karena itu, sistem ekonomi kapitalis tidak perlu diganti. Rizal menawarkan solusi pragmatis, serta tidak setuju solusi radikal. Bagaimana dengan ekonomi syariah? Ia mengatakan bahwa ekonomi syariah masih perlu dibuktikan lagi (tampak bahwa Rizal tidak setuju ekonomi syariah).

Hendri Saparini sangat kritis terhadap kapitalisme. Berbagai data dan analisis beliau sajikan yang intinya menunjukkan keburukan serta kesalahan sistem ekonomi kapitalis. Kita perlu penataan kembali. Sistem yang sekarang adalah salah. Kapitalisme pasti menimbulkan kesenjangan. Apa alternatifnya? Bisa jadi sistem ekonomi Islam ataukah yang tadi dikatakan sistem ekonomi Pancasila. Intinya, kapitalisme salah. Sistem alternatif belum secara tegas beliau sampaikan.

Erwin Aksa berpendapat bahwa masalah ini hanya di sektor non riil, sementara sektor riil relaif masih bisa bertahan. Oleh karena itu, sektor riil lebih perlu dijaga daripada sistem non riil.

Tun Kelana Jaya berpendapat bahwa sistem ekonomi kapitalis adalah sistem yang salah. Ekonomi kapitalis banyak berkutat pada sektor non riil dan sangat sedikit di sektor riil. Oleh karena itu, kita harus kembali ke jalan yang benar. Apakah jalan yang benar itu? Sistem ekonomi Islam (ekonomi syariah). Orang-orang cerdas pasti bisa memilih sistem alternatif mana yang benar.

Saya cukup terkejut ketika host menanyakan beberapa pertanyaan yang menurut saya sangat luar biasa. Misalnya :

  1. Apakah ini adalah the end of capitalism
  2. Apakah sudah ada negara yang melaksanakan sistem ekonomi selain kapitalisme?

Sayangnya, pertanyaan kritis ini kurang terjawab dengan memuaskan dalam forum ini. Oleh karena itu, penting bagi Metro TV untuk melanjutkan dialog ini dengan tema lanjutannya, yaitu : Sistem Ekonomi Islam sebagai pengganti Sistem Ekonomi Kapitalis. Apakah akan ditayangkan? (Farid Ma’ruf; www.syariahpublications.com)

File video lengkap dialog ini :

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video

Categories