08:27 pm - Monday 28 July 2014

Idiologi Kapitalisme, Tinjauan Sejarah, dan Bahaya terhadap Kaum Muslimin

By faridm - Fri Mar 23, 4:59 am

Oleh : Sigit Al Bantuli*

Syariah Publications.Pasca runtuhnya daulah Islam di Istambul, dunia ini dihadapkan dengan tantangan global. Dimana ideologi kapitalis sekuler menjadi satu-satunya Ideologi yang diemban dan disebarluaskan oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Munculnya Ideologi Sosialis Komunis yang dimotori oleh Uni Sovyet USSR tidak mampu menjadi rival yang seimbang untuk menghambat laju kapitalisme global tersebut. Hingga pada akhirnya kapitalisme menjadi ideologi yang wajib diemban oleh semua negara di dunia ini termasuk di Indonesia.

Negara-negara dunia ke 3 yang notabene adalah dunia Islam, dijejali dengan paksa dibawah tekanan internasional untuk menerima kapitalisme sekuler. Dengan menempatkan agen-agen kepercayaan yang duduk di kursi pemerintahan menjadikan usaha barat untuk menghegemoni dunia menjadi sebuah keniscayaan.

Walhasil, kehancuran masyarakat khususnya masyarakat Islam telah di ambang pintu. Mabda kapitalisme yang penuh dengan nilai nilai liberal dan sekuler ini diterapkan di tengah masyarakat Islam. Kaum muslimin tidak lagi malu untuk membuka aurat dimuka umum, bahkan dengan bangga menontonkan aurat mereka sebagai aset yang sangat berharga untuk mencari kesenangan dunia. Prostitusi merajalela di negeri negeri muslim. Pembunuhan, perkosaan, kriminalitas yang tinggi, kesenjangan sosial, kelaparan, dan lain sebagainya adalah bukti ketidak mampuan mabda kapitalis untuk mengatur manusia.

Oleh karena itulah, seorang pengemban dakwah harus mampu membongkar topeng manis kapitalisme, dan menunjukan wajah aslinya yang penuh kebusukan. Kita juga harus mampu menunjukan bahaya kapitalis terhadap kaum muslim, hingga mereka (kaum muslimin) sadar betul akan bahayanya sehingga menjauhi dan membuang jauh jauh mabda ini. Dan yang tak kalah pentingnya, kita juga harus mampu menunjukan solusi untuk mengganti mabda tersebut. Akan tetapi dalam makalah ini lebih fokus kepada sejarah dan bahayanya terhadap kaum muslimin.

Sejarah Kapitalisme

Berbicara mengenai sejarah kemunculannya, kapitalisme tidak bisa dilepaskan dari rentetan peristiwa yang melatar belakanginya, baik itu yang berlatar belakan Sains dan teknologi, Politik, Ekonomi dan lain sebagainya. Dalam kitab Nidhom Islam, dijelaskan bahwa mabda ini bermula pada saat kaisar dan raja-raja Eropa dan Rusia menjadikan agama sebagai alat untuk memeras, menganiaya, dan menghisab darah rakyat. Para pemuka agama waktu itu dijadikan perisai untuk mencapai keinginan mereka. Maka timbulan pergolakan sengit, yang kemudian membawa kebangiktan bagi para filosof dan cendekiawan.

Latar Belakang Sains dan Teknologi

Sepanjang masa dominasi gereja terhadap masyarakat Eropa, nyaris sains dan teknologi tidak berkembang atau bahkan bisa disebut mati. Walaupun dimasa itu banyak para cendekiawan dan para filosof yang melakukan riset. Akan tetapi banyak dari mereka yang diseret kemeja pengadilan gereja. Tidak hanya itu saja, teori ilmiyah dan penemuan-penemuan penting banyak yang dianulir oleh pihak gereja karena bertentangan dengan paham gereja pada waktu itu. Diantaranya adalah :

1. Teori Copernicus

Nicolaus Copernicus atau Nikolaus Kopernikus (bahasa Polandia Mikolaj Kopernik; 19 Februari 1473 – 24 Mei 1543) adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekonom berkebangsaan Polandia, yang mengembangkan teori heliosentrisme (berpusat di matahari) Tata Surya dalam bentuk yang terperinci, sehingga teori tersebut bermanfaat bagi sains. Ia juga seorang kanon gereja, gubernur dan administrator, jurist, astrolog, dan dokter. Teorinya tentang matahari sebagai pusat tata surya, yang menjungkirbalikkan teori geosentris tradisional (yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta) dianggap sebagai salah satu penemuan yang terpenting sepanjang masa, dan merupakan titik mula fundamental bagi astronomi modern dan sains modern (teori ini menobatkan revolusi ilmiah). Teorinya memengaruhi banyak aspek kehidupan manusia lainnya

Pendapat copernicus langsung mendapatkan reaksi dari gereja, karena gereja memahami bahwa pusat tata surya adalah bumi (geosentris). Sampai akhirnya Copernicus dibawa kemeja Pengadilan gereja dan dijatuhkan hukuman Pengkutukan. Akan tetapi karena Copernicus mau menarik ucapan dan pendapatnya itu, sehingga gereja menerima pengampunan dosanya. Dan akhirnya dibiarkan tetap hidup. Walaupun demikian teori Heliosentris sudah menjadi bahan pembicaraan masyarakat Eropa.

2. Galileo Galileae

Ilmuwan Galileo setelah melakukan riset, akhirnya berhasil menemukan teropong bintang. Dengan menggunakan teropong tersebut, Galileo berhasil mengamati pergerakan benda-benda luar langit dan sekaligus memperkuat teori Copernicus. Selain itu Galileo juga berpendapat bahwa bumi itu bulat, bukan datar seperti yang dipahami gereja pada waktu itu.

Pendapat Galileo langsung ditentang pihak gereja. Dan diarahkan tampil di hadapan Pejabat Suci di Roma di mana mahkamah menjatuhkan hukuman pengutukan dan memaksa Galileo bersumpah akan meninggalkan paham yang menyeleweng. Dan sebagai hukumannya Galileo dikurung di Siena dan akhirnya, pada Disember 1633, Galileo dipindahkan di Arcetri hingga meninggal dunia pada tahun 1642.

Latar Belakang Politik

Secara politik, masyarakat Eropa mengalami berbagai macam kesulitan yang harus dihadapi, baik itu kesulitan dari internal masyarakat Eropa maupun kesulitan dari eksternal.

A. Politik Eksternal Eropa

Eropa melakukan peperangan dengan kaum muslimin selama beberapa abad lamanya. Diberbagai tempat pertempuran selalu dimenagngkan oleh kaum muslimin. Termasuk hal yang sangat menyakitkan adalah ketika pada tahun 1453 kekaisaran Romawi Timur ditaklukan oleh pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh Kholifah Muhammad II, yang kemudian dikenal dengan Muhammad al Fatih. Ibukota Romawi Timur, Konstantinovel diduduki. Sehingga perdagangan menuju Eropa terhenti di Konstantinopel yang menjadi pintu masuk menuju Eropa.

Usaha usaha untuk mempertahankan diri dari serangan serangan kaum musliminin tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sehingga menuntut pihak Penguasa dan Gereja untuk segera mendapatkan dana dan tentara untuk keperluan perang. Dan dana itu diambilkan dari rakyat dengan berbagai kebijakan.

  1. Politik Internal Eropa

Untuk menanggung biaya perang dalam perang salib melawan kaum muslimin, raja-raja Eropa melakukan kebijaksanaan yang dinilai sangat tidak manusiawi (absolut), diantaranya adalah:

1. Pajak yang sangat tinggi terhadap rakyat.

2. Wajib militer untuk melawan pasukan kaum muslimin

3. Surat Indolgensia (penebusan dosa). Surat ini dijual kepada orang-orang yang tidak mampu berangkat berperang.

4. Semuanya itu dilakukan oleh raja dibalik tameng Gereja sebagai otoritas religius rakyat Eropa. Sehingga menimbulkan sentimen anti gereja dikalangan para filosof dan cendekiawan.

Latar Belakang Ekonomi

Akibat ditakhlukannya Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih pada tahun 1453, akhirnya perdagangan rempah-rempah di Eropa yang berasal dari Asia Tengah, Selatan dan Tenggara dan sebagaian Afrika tidak sampai Eropa. Hal itu menyebabkan kelangkaan rempah-rempah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Eropa pada waktu itu. Oleh karena itu muncul usaha dari berbagai negara untuk melakukan ekspedisi pencarian pulau penghasil rempah-rempah tersebut.

Diawali dengan ekspedisi yang dilakukan oleh Christopher Columbus (30 Oktober 1451 – 20 Mei 1506). Colombus adalah seorang penjelajah dan pedagang yang menyeberangi Samudra Atlantik dan sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492 di bawah bendera Castilian Spanyol. Ia percaya bahwa bumi berbentuk bola kecil, dan beranggap sebuah kapal dapat sampai ke Timur Jauh melalui jalur barat. Keberhasilan Colombus menemukan dunia baru (Amerika) yang kemudian berhasil kembali ke Eropa dengan selamat menjadikan masarakat Eropa mulai tersadar, bahwa selama ini mereka dibohongi oleh gereja dengan segala bentuk teori dan pahamnya tersebut. Sehingga mengakibatkan sentimen dan anti gereja meluas dikalangan masarakat Eropa.

Revolusi Prancis (1789 – 1799)

Revolusi Prancis adalah momentum yang paling fenomenal dalam ideologi Kapitalis. Dimana terjadi pergolakan yang sangat sengit antara Gereja dan Raja melawan para cendekiawan dan filosof. Mereka mempersoalkan eksistensi gereja sebagai lembaga formal keagamaan dalam urusan publik masyarakat. Pembatasan-pembatasan ruang kerja gereja didalam urusan publik mulai ditentang oleh para cendekiawan. Sehingga dihasilkan kesepakatan bahwa gereja hanyalah urusan privat dan urusan publik diserahkan kepada penguasa dengan melakukan pembagian wilayah kerja.

1. Legislatif yang bertugas melakukan kodifikasi hukum dan undang-undang.

2. Eksekutif yang menjalankan hukum dan undang-undang.

3. Yudikatif yang melakukan tindakan penegakan hukum bagi yang melakukan pelanggaran terhadap undang-undang.

Berawal dari situlah paham demokrasi kemudian muncul dan berkembang pesat ditengah-tengah mabda Kapitalis.

Pembatasan gereja hanya dalam wilayah privat dan bukan mengurusi publik mengakibatkan berbagai hal, diantaranya adalah

a. Munculnya kebebasan beragama

Agama merupakan urusan individu manusia dengan tuhannya. Orang lain tidak memiliki kewenangan untuk menentukan dan mengarahkan kedalam agama manapun. Sehingga merupakan hal yang sah-sah saja ketika orang dengan mudah keluar masuk agama karena kepentingan kepentigan sesaat. Kasus Martin Luther di Jerman merupakan bukti kongkrit bagaimana lembaga keagamaan menjadi hal yang provan dan tidak berarti sama sekali. Dikarenakan kepentingan duniawi (perkawinan pendeta katholik), menyebabkan berdirinya Agama baru yaitu Kristen Protestan. Kebebasan inilah yang akhirnya memunculkan faham Pluralisme.

b. Munculnya kebebasan Berpendapat

Pendapat merupakan hak individu untuk mengemukakan gagasannya kepada siapapun. Agar manusia memiliki hak yang sama dalam mengemukakan pendapat inilah kemudian dibentuklah lembaga perwakilan dalam parlemen untuk menyalurkan aspirasi mereka. Tentunya dengan mekanisme politik. Oleh karena itulah demokrasi menjadi salah satu faham yang pokok dalam mabda Kapitalisme.

c. Munculnya kebebasan berprilaku

Prilaku adalah hal yang asasi dalam mabda kapitalis. Seseorang tidak diperkenankan menganggu eksistensi prilaku seseorang yang lain. Pelanggaran terhadap kebebasan prilaku ini berarti melanggar HAM seseorang.

d. Kebebasan dalam kepemilikan

Kepemilikan menurut idiologi kapitalisme adalah tidak terbatas. Karena berhenti bagi mereka adalah kematian. Cukup adalah kegagalan. Sehingga sistem ekonomi kapitalis sangat mengerikan dalam implementasinya. Apalagi dengan ditemukannya Mesin Uap oleh James Watt di Inggris yang mendorong terjadinya Revolusi Industri. Akibatnya terjadilah perubahan yang sangat radikal, dari sistem feodalistik dengan faham Merkhanteisme menjadi Industri dengan sistem penjajahan ekonominya.

Ancaman Kapitalisme terhadap Dunia Islam

Dengan dasar-dasar Idiologi Kapitalisme tersebut, negara-negara barat kemudian menjadikan negara dunia ke-3 (baca dunia Islam) menjadi ajang penjajahan. Baik itu penjajahan Politik, Budaya, Ekonomi, dan lain sebagainya.

Dibidang politik, sejak ditumbangkannya Khilafah Turki Usmani menyebabkan kaum muslimin terpecah belah menjadi lebih dari 50 negara kecil, yang satu negara dengan negara lainnya tidak memiliki keterkaitan idiologis.

Walaupun secara dejure dan defakto telah mendapatkan kemerdekaan, akan tetapi sebenarnya kemerdekaan yang diperoleh itu adalah semu. Karena secara politik, negeri-negeri Islam tersebut mengalami penjajahan. Tekanan internasional memungkinkan menetapkan undang-undang atau kebijakan yang dinilai tidak relefan. Sebagai contohnya adalah tekanan politik Amerika Serikat terhadap Indonesia dalam kasus

- Pengakuan Indonesia terhadap pemerintahan Bao Dai Vietnam dibawah tekanan Amerika Serikat.

- Ketegangan AS-Cina tahun 1952, telah berakibat terjadinya tekanan politik dari AS kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan pemberhentian Ekspor bahan-bahan strategis seperti karet ke Cina.

- Akibat campur tangan Inggris dalam konvrontasi dengan Malaysia pada tahun 1964, akhirnya pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Inggris. Tekanan Amerika terhadap pemerintah Indonesia mengenai hal tersebut menjadikan Sukarno melakukan nasionalisasi perusahaan Amerika. Hal tersebut membuat AS gusar, hingga pada akhirnya 1965 mengharuskan dirinya “turun tahta” akibat kekacauan politik pasca terbunuhnya 6 jendral. Disinyalir CIA dan Preman Ekonomi turut mewarnai dari kekacauan politik dan ekonomi tahun tersebut.

Dibidang budaya, mulai dari era penjajahan sampai dengan era neo kolonialisme bahkan hingga sekarang, Barat dengan gigih memasukan virus-virus yang bernama hedonisme, liberalisme kepada kaum muslimin. Secara sistematis penjajah barat memasukan sistem pendidikan barat untuk menandingi pendidikan pesantren yang ada pada waktu itu. Pada awalnya proyek yang di garap di Aceh oleh Dr Snock Gergrounye seorang sosiolog dan antropolog Belanda tidak mendapatkan simpatik dari masyarakat Aceh. Sampai akhirnya dengan “iming-iming” surat kelulusan dan ijazah untuk sekolah sekolah belanda dan kemudahan dalam pencarian kerja bagi alumni pendidikan tersebut membuat rakyat Aceh berangsur-angsur meninggalkan pesantren dan menekuni sekolah di sekolah Belanda tersebut.

Sehingga sekloah-sekolah serupa didirikan diseluruh Nusantara yang berada dibawah jajahan Belanda. Tak heran jika kemudian putra-putri kaum muslimin menjadikan Islam hanya sebagai ibadah rutinitas ritual belaka dengan melupakan politik dan hukum Islam sebagai bagian dari Islam. Pemahaman Islam mereka tergantikan dengan faham-faham barat seperti Liberalisme, Demokrasi, HAM, Hedonisme dan lain sebagainya.

Dibidang ekonomi, barat memiliki strategi yang sangat jitu dalam mengeruk kekayaan bangsa terjajah. Melalui berbagai macam sistem penjajahan yang dijalankan dari masa pelayaran sampai dengan masa sekarang.

1. Kolonialisme

Pasca pelayaran pada abad ke 15 dan 16 menyebabkan negara-negara barat Eropa berebut daerah untuk dijadikan sumber rempah. Masing-masing negara saling mendahului bahkan saling menyerang. Mereka memperebutkan wilayah-wilayah yang itu notabene adalah wilayah kekuasaan Islam sampai akhirnya negara-negara penjajah tersebut membuat perjanjian Perjanjian Thordesillas tahun 1492. Isi perjanjian tersebut adalah menetapkan: Portugis berlayar ke Timur dan Spanyol ke Barat masing-masing dari kepulauan Tanjung Verdee yang terletak di sebelah barat Afrika. Sampai para penjajah tersebut berhasil menguasai:

a. India yang dikuasai oleh Inggris

b. Nusantara (Indonesia) yang dikuasai oleh Belanda

c. Philiphina yang dikuasai oleh Spanyol

d. Malaka hingga Kepulauan Maluku yang dikuasai oleh Portugis

e. dll.

Dengan selogan Gold, Glory dan Gospel. Para penjajah barat melakukan penindasan dan perampasan sumber daya alam dan manusia untuk dijadikan budak dengan kerja paksa. Selain mencari keuntungan dan kejayaan, Barat juga menyebarkan paham-paham kristen dinegara jajahannya. Hal tersebut dilakukan karena semangat Reconquesta atau balas dendam atas kekuasaan khilafah Islam pada abad 15 terhadap Romawi Timur.

2. Neo Kolonialisme

Semangat kolonialisme Gold, Glory dan Gospel selalu diemban oleh negara negara barat Kapitalis diseluruh dunia. Setelah dibubarkannya Kekhilafahan Turki Ustmani di Istambul, negara-negara kapitalis kemudian mengubah gaya penjajahan di negeri-negeri Islam. Dari penjajahan fisik menuju kepada penjajahan budaya dan peradaban.

Oleh karena itu banyak pemuda-pemuda pilihan dari negara-negara yang terjajah dibekali dengan ilmu-ilmu politik dan pemerintahan gaya barat untuk meletakkan dasar-dasar berdirinya sebuah “negara boneka” di negara jajahan tersebut. Makanya tak lama setelah Khilafah Turki Usmani hancur berdirilah negara-negara boneka diseluruh penjuru negeri-negeri muslim di dunia. Tentunya terlebih dahulu di injeksi dengan semangat kebangsaan dan nasionalisme yang semu.

3. Penjajahan Ekonomi Kapitalis

Setelah negara-negara terjajah tersebut mendapatkan kemerdekaan semunya, negara-negara Barat segera melancarkan serangan yang mematikan dengan melancarkan penjajahan ekonomi. Penjajahan gaya ini sepertinya tidak berbahaya dibandingkan dengan penjajahan kolonialisme dan imperialisme gaya lama. Namun akibat yang ditimbulkan sangat mengerikan.

Negara penjajah yang dimotori oleh Amerika Serikat, mempunyai strategi untuk melancarkan serangan dengan preman ekonomi (economic hit man). EHM tersebut bekerja dibawah komando NSA (The National Security Agency) dengan melakukan langkah-langkah strategis.

1. Merekrut dan melatih ekonom dan pengusaha untuk dimasukan kedalam perusahan perusahaan besar dibawah komando NSA. Perusahan tersebut antara lain Monsanto, General Electric, Nike, General Motors, dll

2. Preman ekonomi tersebut berusaha memperoleh komitmen dari para penguasa negara-negara jajahan untuk melakukan transaksi kredit dan utang luar negeri (ULN). Dengan mekanisme tersebut menjadikan negara terjajah mengalami ketergantungan dan tidak mandiri secara ekonomi. Sekaligus dijadikan alat oleh Barat untuk melakukan penekanan secara politik terhadap negara terjajah.

3. Kegagalan EHM tersebut bukanlah akhir dari segalanya. Negara negara yang dirasa tidak mampu di goyahkan oleh EHM maka tugas operasi dialihkan kepada CIA dengan melancarkan pembunuhan, pengulingan kekuasaan bahkan serangan militer.

Semuanya itu dilakukan oleh Barat mengingat bahwa

1. Kebutuhan bahan baku yang besar.

Negara Kapitalis adalah negara industri. Sedangkan bahan baku industrinya sangat minim didapatkan dari negaranya sendiri. Dari penjajahan gaya lama hingga baru dilakukan karena kepentingan mendapatkan bahan baku yang murah bahkan gratis kalaupun bisa.

2. Kebutuhan akan pasar yang besar

Industri barat mampu mencukupi kebutuhan 75 % penduduk dunia, sedangkan jumlah penduduk mereka hanya 25% dari penduduk dunia. Hal tersebut mengakibatkan surplus barang dan jasa yang akan menumpuk ketika tidak mengalihkan pasar keluar negeri. Oleh karena itu dengan mekanisme pasar bebas, barang dan jasa dari negara negara barat akan dipasarkan kenegara-negara terjajah.

graf

Sebagian besar negara di dunia ini memiliki kebijakan proteksionalime terhadap barang import, yaitu dengan adanya bea cukai barang yang sangat tinggi. Hal itu dilakukan untuk melakukan proteksi terhadap barang dan jasa dari negara asing yang masuk kenegaranya. Karena jika tidak ada proteksi tersebut maka dengan harga yang sama, akan mendapatkan barang dengan kualitas yang jauh berbeda. Karena negara Kapitalis lebih maju industrinya tentunya barang dan jasa yang dihasilkan akan jauh lebih efisien dan lebih tinggi kwalitasnya. Sehingga akan dimungkinkan sekali Perusahaan Nasioanal akan mengalami gulung tikar karena kalah bersaing dengan barang dan jasa negara barat.

Proteksi inilah yang akan dihilangkan dengan melalui mekanisme Pasar Bebas melalui WTO dan GATT.

1. Kebutuhan untuk terus membesar

Kapitalis tidak mengenal kata cukup. Karena cukup berarti sebuah kegagalan industri. Oleh karena itu negara-negara kapitalis segera melancarkan strategi jitu yang dikenal dengan Multi Natioanal Corporation (MNC). Dengan dalih akan membuka lapangan pekerjaan baru di negara terjajah akhirnya bermunculanlah perusahan-perusahan MNC di negara terjajah termasuk di Indonesia. Hal tersebut jelas memiliki 3 keuntungan sekaligus.

a. Bahan Baku murah dan mudah di dapat

b. Pasar yang menjanjikan karena perusahaan berada didalam pasar itu sendiri.

c. Tenaga kerja yang murah.

Untuk melancarkan proyek tersebut barat melancarkan strategi PMA (Penanaman Modal Asing). Hal tersebut akan mudah diterima karena negara terjajah akan menganggap hal tersebut adalah bantuan untuk memajukan industri di negaranya, padahal dibalik itu semua skenario besar untuk menghancurkan ekonomi tetap berjalan rapi.

Selain itu, Negara penjajah berusaha untuk mendorong negara terjajah untuk melakukan “go internasional” bagi perusahan-perusahaan nasional termasuk BUMN. Oleh karena itu siapa saja dan negara mana saja bisa “membeli” perusahaan tersebut.

2. Kebutuhan untuk selalu menang dalam persaingan

Politik ekonomi kapitalis adalah persaingan bebas. Siapa yang kuat dialah yang menang dan menguasai. Sehingga semakin persaingan itu “seru” maka itu semakin menghawatirkan negara negara barat. Oleh karena itu agar senantiasa persaingan tersebut selalu di menagkan oleh Barat, maka dilakukan strategei sebagai berikut:

a. Utang Luar Negeri. Walaupun negara kapitalis nampak menolong, tetapi sebenarnya yang dimasukan adalah virus yang sangat mematikan. Dengan ULN tersebut negara penghutang tidak memiliki kemandirian secara ekonomi bahkan politik. Barat sangat mudah menekan Indonesia karena ULN yang begitu besar. Selain itu, memang sudah menjadi strategi barat untuk menjadikan negara terjajah tersebut memiliki hutang yang tidak akan sanggup dibayar oleh negara penghutang, sehingga mudah dalam meng”derive” negara tersebut.

b. Penanaman Modal Asing (PMA). Dengan dalih go internasional dan alih teknologi negara barat memaksakan strategi tersebut kepada negara negara terjajah. (lihat uraian sebelumnya)

c. Embargo Ekonomi. Hal tersebut dilakukan terhadap negara-negara yang membandel dan berpotensi kuat menjadi pesaing yang seimbang. Oleh karena itu Barat termasuk Amerika sangat sering melakukan embargo ekonomi, politik bahkan persenjataan agar melemahkan negara yang diembargo. Selain itu embargo juga dijadikan hukuman agar negara tersebut mau kembali naik di atas gerbang kapitalis dalam penjajahan ekonomi global.

d. Serangan Militer. Jikalau 3 strategi sebelumnya tidak mempan lagi, maka dengan berbagai dalih dan alasan, terutama politik, serangan militer dan invasi dilakukan. Irak, Afganistan, Somalia, Vietnam, dll bukti kongkrit dari kebijakan tersebut.

Keimpulan

Dari pemaparan diatas, jelas bahwa ideologi Kapitalisme Sekuler sangat berbahaya. Berbahaya bagi negara negara dunia ketiga yang notabene adalah negeri-negeri Islam. Oleh karena itulah, kita sebagai pengemban dakwah mampu menjelaskan semuanya kepada masyarakat sehingga masarakat menjauhi kapitalisme sekuler dan meminta sergera diterapkannya Islam melalui Negara Khilafah Islamiyah.

Daftar Bacaan

1. Nidhom Islam, Taqiyuddin An Nabhani

2. www.wikipedia.org versi Bahasa Indoensia

3. artikel Masuknya kekuatan-kekuatan asing di Indonesia, Tanpa nama penulis

4. Utang Luar Negeri dan Neokolonialisme Indonesia, Revrisond Baswir

5. Solusi Islam dalam Menghapus Penjajahan Ekonomi, Abu Harist Al-Amin

6. dll

* Aktivis pejuang Syariah kab. Bantul sekaligus staff redaksi Syariah Publications

Leave a Reply

Protected by WP Anti Spam
AdvertisementIkut-Halaqoh copy