Oleh Maman Kh.
(Staf Pengajar UIN Jakarta)
Syariah Publications. Sejarah merupakan hasil rekonstruksi masa lampau dalam suatu perspektif tertentu. Hasil karya sejarah, tentunya, sangat tergantung kepada kesadaran penulis, pandangan dunia, ideology, keyakinan, atau bahkan kepentingan tertentu. Dalam perspektif ini, sejarajh seringkali menjadi sebuah alat legitimasi atau bahkan alat propaganda politik. Menyadari akan hal itu, banyak penulis sejarah yang bersifat kritis: ingin memgungkapkan ada yang sesungguhnya terjadi. Namun seringkali terjebak pada keberadaan sumber-sumber sejarah. Penulisan sejarah Islam di Indonesia, misalnya, seringkali mengandalkan sumber-sumber dari arsip colonial. Para pejuang Islam, misalnya, seringkali ditempatkan sebagai pemberontak. Penyebutan nama juga sering tendensius yang memiliki konotasi merendahkan. Perlawanan terhadap Pemerintah Kolonail Belanda yang dilakukan oleh Syekh Ahmad Rifai di Jawa Tengah, berubah menjadi perlawanan H. Ripangi dalam arsip Pemerintah Kolonial Belanda, sehingga banyak ahli sejarah yang menyebutnya sebagai peristiwa Haji Rifangi. Read the rest of this entry »
Popularity: 3% [?]