PKS Terbuka Bukan Ikut-ikutan
DENPASAR — Tekad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi partai terbuka sudah bulat. Bahkan kata Ketua Dewan Syariah PKS, Dr Surahman Hidayat, keputusan menjadi partai terbuka sudah dipikirkan sebelumnya dan bukan untuk ikut-ikutan.
‘Kami melakukannya dengan keyakinan dan penuh keikhlasan,” kata Surahman, di sela kunjungannya ke Puri Kesiman Denpasar, Bali, Kamis (31/1).
Kunjungan Surahman ke sejumlah Puri di Denpasar merupakan rangkaian acara pelaksanaan Mukernas PKS yang akan berlangsung di Sanur, Bali, mulai Jumat (1/2). Bersama Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Surahman juga mengunjungi Puri Pemecutan Denpasar dan Puri Satria Denpasar, serta berkunjung ke kediaman mantan Ketua MUI Bali HS Habib Adnan.
Dikatakan Surahman, andaikata Mukernas PKS di Sanur 1-4 Februari memutus PKS menjadi partai terbuka, semuanya telah didasarkan atas pertimbangan yang matang dan telah melalui kajian yang mendalam. Karena dalam setiap pengambilan keputusan, kata dia, PKS selalu mendasarinya pada tiga hal, yakni pada kajian atau ilmu, pada keyakinan, dan ketiga dengan keikhlasan.
Kelak lanjut Surahman, bila PKS menjadi partai terbuka, maka siapa pun boleh menjadi anggota dan pengurus PKS, bahkan duduk mewakili partai di legislatif. Yang penting lanjutnya, yang bersangkutan memiliki komitmen yang sama dengan partai.
‘Tentu saja posisi mana yang akan ditempatinya, sangat tergantung pada lama pengabdian dan kiprah yang ditunjukkannya,’ katanya. Mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid, mengatakan meski menjadi partai terbuka, PKS nantinya tetap tidak mengaburkan nilai-nilai keislamannya. ‘Sebagai agama terbuka, Islam jangan hanya ditafsirkan dalam pengertian formal saja, tetapi lebih pada bentuk aksi-aksinya, seperti pada pemberantasan korupsi, memberantas kemiskinan, menegakkan demokrasi, menghapus pengangguran.’
Ketika ditanya, apakah dengan menjadi partai terbuka PKS tidak khawatir ditinggalkan oleh para pendukung tradisionalnya, yakni kaum muslimin, Hidayat, menyatakan hal itu tidak akan terjadi. Menurut dia, selama ini kaum muslimin memberikan dukungannya kepada PKS lebih melihat kepada perilaku dan sepak terjang para pengurus dan figur-figurnya.
‘Jadi kami tidak melihat alasan mereka untuk berpaling dari PKS, karena kami menerima orang non muslim mnjadi pendukung PKS,’ kata Hidayat. Pelingsir Puri Kesiman, Kusuma Wardana, menyatakan PKS jangan menjadi partai yang hanya memikirkan kelompoknya saja, tetapi harus memikirkan bangsa Indonesia yang besar. Kalau PKS hanya memikirkan kelompoknya, maka akan terjadi pengkotak-kotakan dan berarti PKS mengulangi kekeliruan-kekeliruan yang dilakukan oleh partai-partai lainnya.
‘PKS harus tetap lurus dalam mengawal bangsa, jangan terparuh oleh kepentingan-kepentingan yang sempit,’ kata Kusuma Wardana seusai acara silaturrahim itu.
(aas )
Sumber: Republika
Url: http://republika.co.id/koran_detail.asp?id=321931&kat_id=43
Pengirim: Mohammad Yusuf
Diambil dari : http://pks.or.id/2006/main.php?op=isi&id=4300

faris Said:
on February 4, 2008 at 3:35 am
Yah….akhirnya… kita do’akan aja lah agar partai yg agendanya u/ perjuangkan islam ini, kembali paham apa itu partai Islam dan bagaimana sikap kita thdp orang kafir (non muslim)?
alkayyisu Said:
on February 4, 2008 at 12:15 pm
Wah…. gimana nih PKS… kok jadi tidak Islami ya??
fendi nurdianto Said:
on February 5, 2008 at 11:49 pm
mendingan pks jadi perseroan terbatas(PT) aja…PT. PKS tbk. biar smua bs nanamin saham di sana. busezzzzz…gk bs di bangga`in lg brooo…!
fendi nurdianto Said:
on February 5, 2008 at 11:50 pm
PT. PKS tbk biar kt bs nanamin saham gto loh…. dasar
oney Said:
on February 6, 2008 at 2:19 am
Saya jadi bingung, sebenarnya ini partai Islam atau partai sekuler atau nasionalis. Kasihan rakyat ya…pasti merasa kecewa. Semoga aja Dakwahnya untuk Islam demi tegaknya Islam di dunia ini tetep menjadi tujuan utamanya or…dah pindah haluan untuk tujuan lain..?????????
syachrul Said:
on February 6, 2008 at 7:17 am
sy pernah,…ketemu salah satu tokoh kader PKS,….yng mendapatkan selorohan pada 2 kubu….kubu pertama anda ini tempatnya bukan di parlemen,…tapi di masjid2..pesantren,….dst….kubu kedua lho anda ini mustinya berada di arena politik bukan di pesantren dan masjid……
demikian lah kader2 PKS….yg benar2 pembelajar cepat….dalam rangka membingkai islam yg syaamil kaamil wamutakaamil……terlepas mau partai terbuka yg jelas dakwah tetap panglima tertinggi
ariefr Said:
on February 7, 2008 at 4:52 am
Selamat tinggal Perjuangan untuk ISLAM …..
Selamat datang KEKUASAAN ….
haniif (hanichi.wordpress.com) Said:
on February 7, 2008 at 9:36 am
syaamil dalam hal apa? setahu saya Syamiil ini sebenernya slogan yang cuman bermakna bahasa saja, artinya di seluruh bidang, padahal dalam ISlam ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh sebuah partai, misalnya memenggal kepala orang yang murtad, atau merajam orang muhshan yang berzina, jadi sebenernya syaamil disni menurut PKS lebih kepada syaamil dalam memakmurkan sistem hukum jahiliyyah..
Sedangkan kaamil, apakah bisa disebut kaamil ketika partai ISlam itu ternyata justru tidak menjadikan “Laa ilaha illaLlah” dalam bersikap, tetapi yang digunakan justru standar suara dalam pemilu.. apakah ini makna kaamil? Kaamil dalam kemaksiyatan kepada Allah? Na’udzubiLLah..