Pria Berpistol Pada Peristiwa Monas Terungkap

Untuk melihat video, klik di sini

Pemegang Senjata Api itu Polisi dari Massa AKKBB

TV Detik Islam.Com — Misteri pemegang senjata api di insiden Monas terungkap. Dia adalah Bripka Iskandar Saleh, seorang polisi dari Tangerang. Pada peristiwa insiden Monas, dirinya sedang bebas tugas. Ia pun bergabung dengan massa AKKBB ikut mertuanya yang ternyata jamaah Ahmadiyah. Hal ini menjawab pula soal kaos dan atribut AKKBB yang dipakainya.

“Bripka Iskandar mengatakan keberadaannya di Monas untuk mendampingi ibu mertua, istri, dan anaknya yang mendapat undangan dari Ahmadiyah kota Tangerang,” ungkap Kadiv Humas Polda Metro Jaya Irjen Abubakar Nataprawira dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (24/6).

Abubakar menjelaskan, Iskandar ditangkap petugas dari provost pada Senin 23 Juni kemarin di rumahnya di Tangerang. Pihak kepolisian pun menyangkal tuduhan lambannya pencarian pria pembawa senjata tersebut. Menurut Abubakar, sebenarnya orang tersebut sudah masuk DPO dari tanggal 9 Juni lalu.

Sementara itu, Forum Betawi Rempug (FBR) yang sebelumnya membuat sayembara terkait penangkapan pria bersenjata api ini mengaku siap memberikan hadiah sesuai dengan yang dijanjikan. Namun hadiah Rp150 juta bagi aparat tidak langsung diberikan kepada yang bersangkutan, tapi diberikan kepada kepala operasinya. [www.tv.detikislam.com]

Sumber : www.suara-islam.com

Pria Berpistol di Monas Ternyata Memang Massa AKKBB

Teka-teki siapa pria berpistol dengan kostum AKKBB dalam rusuh Monas, Ahad (1/6) akhirnya terkuak. Dia adalah Brigadir Kepala Iskandar, anggota polisi Polres Metro Tangerang. Iskandar telah ditangkap satuan provoost polisi di kediamannya di Tangerang dan kini masih dalam penyidikan.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Bripka Iskandar saat ikut aksi AKKBB di Monas bukan dalam rangka tugas kepolisian, namun inisiatif pribadi. “Dia mengantar mertua, isteri, dan anak karena diundang Ahmadiyah, ” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira, di Mabes Polri Jakarta (23/6).

Saat ditanya apakah itu berarti Iskandar seorang pengikut aliran sesat Ahmadiyah? Abubakar mengelak, “Kita masih teliti. Masih dalam pemeriksaan provoost.” Namun Abubakar menambahkan bahwa mertua, isteri, dan anaknya memang ikut aliran sesat Ahmadiyah.

Walau AKKBB mengaku Bripka Iskandar bukan anggotanya, tapi sudah jelas keikutsertaan Iskandar dalam demo provokatif AKKBB di Monas awal Juni lalu adalah bagian dari massa AKKBB. Sebab, jika bukan anggota, mengapa Iskandar dibiarkan ikut, malah ikut mengenakan pita merah tanda anggota AKKBB di lengan kiri. Seharusnya, korlap demo AKKBB mengusir Iskandar jika Iskandar memang bukan bagian dari massa AKKBB.

Sebab itu, Polri seharusnya lebih serius dan lebih adil dalam menangani kasus rusuh Monas ini. Habib Rizieq harus dibebaskan karena tidak bersalah demi hukum. Dan yang harus diseret ke dalam penjara adalah aktor-aktor intelektual AKKBB baik yang berada di lapangan maupun yang menskenariokan bentrok, karena mereka memang menginginkan rusuh dalam aksi tersebut.

Kelompok Ahmadiyah juga harus ditangkap agar bisa diperiksa secara intensif mengapa dalam aksi di Monas awal Juni lalu tersebut melakukan provokasi dengan mendekati kelompok umat Islam di mana FPI ada di sana, padahal itu bukan jalur aksi unjuk rasa AKKBB. Kita tunggu keberanian Polri untuk bersikap adil dalam membongkar kasus rusuh Monas, sebab jika tidak, jangan salahkan jika umat Islam bertindak sendiri menegakkan keadilan agama Allah SWT ini dalam kasus tersebut.(www.detikislam.com)

Sumber : www.eramuslim.com

Leave a Comment

Note: Email will not be displayed. Comments auto-close after 14 days.

XHTML: Line-breaks are automatic. Available tags are <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Home Tentang Kita Album Foto Buku Tamu Download Hubungi Kami Produk Tim Redaksi
There are currently 348 posts and 306 comments, contained within categories.