Syariah Publications

Publikasi Opini Syariah dan Khilafah

Soal Hilal, Sampai Kapan Elite Bodohi Umat?

Posted by admin On October - 2 - 2008

The Science of Moon Sighting (fatwa.org.za)

Den Haag – Apa sebenarnya obyek observasi yang ditargetkan Depag dan ormas Islam dalam melakukan ru’yah hari Senin? Hilal? Menteri Agama gegabah menuding salah kepada masyarakat yang beridul Fitri Selasa.

Hal itu dikemukakan Direktur ICCN, ISR dan Ketua ICMI Orwil Eropa Dr. Sofyan Sururi Siregar, MA kepada detikcom Selasa malam atau Rabu (1/10/2008) WIB, menanggapi pernyataan Menteri Agama (Menag: Yang Lebaran Lebih Dahulu Itu Salah).

“Jika berita itu benar bahwa Menteri Agama menyatakan orang yang berhari raya pada Selasa (30/9/2008) salah, sungguh ucapan itu merupakan blunder dan pelecehan Depag terhadap umat beragama,” kata Sofyan.

Disebutkan bahwa hampir semua KBRI di Eropa berhari raya pada Selasa, kecuali KBRI Den Haag. Apa alasan dan argumentasi Depag dan lembaga lainnya berhari raya Rabu (1/10/2008) itu tidak jelas.

Dijelaskan Sofyan bahwa keadaan ini dikenal dengan ikhtilaful matoli’ (perbedaan dalam soal hilal menghilal, red). Mereka yang beridul fitri pada Selasa (30/9/2008) itu menganut free horizon, yakni jika di suatu horizon hilal telah ada dan bisa diru’yah, maka ru’yah itu berlaku untuk beberapa negara yang belum masuk waktu fajar.

Sebagian lainnya memakai lokal horizon seperti Lajnatul Isbat Depag, di mana jika hilal tidak ada di atas horizon lokal Indonesia pada 29 Ramadan, maka mereka akan menggenapkan bilangan Ramadan 30 hari.

“Anehnya mengapa Menteri Agama ngawur dan gegabah menafikan kenyataan khazanah yurisprudensi ini?” tanya Sofyan.

Menurut Sofyan, masalah penetapan hilal dalam hal ini terkait Idul Fitri jatuh pada Selasa (30/9/2008) atau Rabu (1/10/2008) sebenarnya adalah masalah klasik yang selalu jadi topik diskusi rutin bagi elite umat dan pemerintah di tanah air.

“Yang tidak klasik dan sangat aneh adalah upaya pembodohan umat Islam, yang dilakukan oleh elite tersebut berkelanjutan dan sangat menjijikkan dari tahun ke tahun,” ujar Sofyan.

Pembelajaran dalam bentuk pembodohan itu nampak dari manuver elite umat yang mengumumkan akan melakukan ru’yatul hilal seperti pada Senin 29 Sya’ban (29/9/2008) di 7 titik pemantauan di Indonesia.

“Upaya Lajnatul Istbat Depag dan ormas Islam yang berlagak berusaha melakukan ru’yah pada Senin itu tidak bisa ditafsirkan lain kecuali pembodohan umat,” tandas Sofyan.

Sofyan mempertanyakan apa sebenarnya objek observasi atau ru’yah yang ditargetkan dalam melakukan ru’yah pada Senin? Hilal? “Tentu tidak mungkin bahkan mustahil. Padahal Lajnatul Isbat Depag sendiri sudah tahu bahwa posisi hilal pada Senin itu di Indonesia masih berada dibawah horizon,” beber Sofyan.

Lalu kenapa harus meru’yah segala? Apakah ada kaitannya dengan anggaran ru’yatul hilal yang sudah di-APBN-kan dan harus dihabiskan? “Ataukah Depag melakukan terobosan baru dengan meru’yah matahari pada 29 Ramadan?” gurau Sofyan menyindir, seraya meminta agar Lajnatul Isbat Depag mempertanggungjawabkan keabsahan ‘merukyah matahari’ pada 29 Ramadan 1429 H.

Dikatakan, bahwa Depag mestinya meru’yah bulan, bukan matahari. “Upaya meru’yah bulan pada Senin itu sebenarnya sama dengan upaya meru’yah matahari saat matahari itu sendiri sudah berada di bawah horizon,” demikian Sofyan.(es/es)

Sumber: http://www.detiknews.com (Rabu, 01/10/2008 03:29 WIB) Laporan dari Den Haag

Popularity: 6% [?]

PDF Printer    Download artikel PDF; dikirim via email

Leave a Reply

*

VIDEO

TAG CLOUD

abu bakar baasyir Afghanistan Ahmadiyah Anak Bank Century CIA dakwah kampus demokrasi Doa feminisme Fitnah gaza gender hari raya hilal Hizbut Tahrir hti idul adha Israel jihad jilbab khilafah konferensi rajab korupsi kpk kurban libya Mesir obama pakistan palestina pks pornografi qaddafi raMADHAN revolusi riba rukyat sekolah seks bebas Sri Mulyani syariat terorisme ulama yahudi Afghanistan (7)
Afrika Selatan (1)
Aktivis (3)
Amerika Serikat (28)
Anak (13)
Analisis (14)
Aqidah (8)
Arab Saudi (4)
Audio (2)
Australia (1)
Bangladesh (2)
Belgia (1)
Berita (104)
Bisnis (4)
Bosnia Herzegovina (2)
Buku (6)
Chechnya (1)
Cina (3)
Dakwah (19)
Dakwah Islam (3)
Dari Redaksi (20)
Denmark (1)
Doa (7)
Ekonomi (24)
Fikih (15)
Fikrah (12)
Film (4)
Hadis (4)
Harakah (16)
Hukum (9)
Ibadah (16)
Ibadah (10)
Ijtimai (14)
Indonesia (135)
Inggris (11)
Inspiratif (4)
Internet (5)
Iqtishodi (18)
Iran (1)
Israel (9)
Jerman (1)
Kegiatan (4)
Keimanan (12)
Kesehatan (4)
Khalifah (4)
Komputer (3)
Konsultasi (5)
Kontemporer (2)
Kritik (66)
Kuwait (1)
Kyrgystan (1)
Lebanon (3)
Libya (7)
Mathumat (2)
Mesir (6)
Movie (23)
Muda (6)
Nafsiyah (3)
Nafsiyah (5)
Nisa (9)
Norwegia (2)
Opini (1)
Pakistan (7)
Palestina (18)
Pemerintahan (22)
Penampilan (2)
Pendidikan (12)
Perancis (3)
Politik (36)
Politik LN (1)
Politis (6)
Radio (1)
Renungan (16)
Rumah Tangga (3)
Rusia (3)
Samara (10)
Sanksi (1)
Sejarah (21)
SEO (1)
Serbia (1)
Siyasah (8)
SMS (5)
Swiss (2)
Tafsir (1)
Tafsir Al Quran (5)
Tajikistan (2)
Teknologi (2)
Televisi (12)
Tokoh Jahat (1)
Turki (3)
Ulama (3)
Umum (12)
Ushul Fikh (1)
Uzbekistan (6)
Wawancara (11)
Web Design (1)
Yordania (2)

WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.

Sponsors
  • Partner links

  • About Me

    Syariah Publications.Mengopinikan wajibnya penerapan syariah dan khilafah. Memberitakan informasi terbaru seputar dunia Islam.

    Twitter

      Photos

      Erwin Permana2Dr Ing Fahmi Amhar memberikan ceramah2Dwi CondroFahmi LuqmanMahasiswa dari BaliMahasiswa dari PapuaRombongan Mahasiswi dari Malang jatimRombongan mahasiswa Yogya
      23 visitors online now
      2 guests, 21 bots, 0 members
      Max visitors today: 68 at 01:48 am WIT
      This month: 68 at 02-05-2012 01:48 am WIT
      This year: 68 at 02-05-2012 01:48 am WIT
      All time: 221 at 04-03-2011 08:58 pm WIT