Site menu:

Komentar Pengunjung

Kalender

September 2008
S M T W T F S
« Aug    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Meta

Site search

Kategori

Artikel yang lalu

Statistik

Perlukah Demokratisasi Islam

Oleh : Mia Endriza Y.,SP

Syariah Publications.Com — “Islam dan demokrasi bukan satu hal yang bertolak belakang, tetapi justru sebuah harmonisasi”(Wapres Jusuf Kalla dalam Forum Islam & Demokrasi di Asia Tenggara, Kompas.com,13/08/08).

Digulirkannya kembali harmonisasi Islam dan Demokrasi ke tengah publik dalam skala regional Asia Tenggara menjadi bukti bahwa ada agenda besar yang diperjuangkan ke tengah kaum muslimin. Yaitu agenda demokratisasi negeri-negeri Islam atau negeri yang berpenduduk (mayoritas) muslim.

selanjutnya… »

Hakekat Kemerdekaan

Hasil diskusi Lingkar Muda Indonesia: Masyarakat diminta bisa secara kritis memaknai arti kemerdekaan dan tidak menerima begitu saja atau menganggap gampang kemerdekaan, yang sekedar diartikan sebagai pembacaan teks proklamasi Soekarno Hatta  pada tgl 17 Agustus 45. [Kompas, 13 Agustus 2008]

Namanya merdeka itu ya harus terbebas dari penjajahan sebagaimana bunyi mukaddimah UUD 1945, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan….tapi faktanya pemerintah masih bersahabat dengan negara penjajah yang masih riil menjajah seperti AS yang menjajah secara fisik di Irak dan Afghanistan. Bahkan beberapa kali kebelet membuka hubungan persahabatan dengan Israel yang menjajah Palestina.

selanjutnya… »

Disintegrasi Tak Bisa Dianggap Remeh

Kunjungan HTI ke Menko Polhukam

Detik Islam.Com — Disintegrasi terhadap suatu negeri tak bisa dianggap remeh. Demikian salah satu pesan yang disampaikan oleh Jubir Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto saat berkunjung ke Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, di Jakarta, Rabu (13/08).

Lebih lanjut, Ismail Yusanto mengatakan bahwa Indonesia secara fisik sudah merdeka, tetapi secara non fisik masih terjajah. Dia juga menjelaskan bahwa kebebasan hakiki itu adalah membebaskan manusia dari penyembahan selain Allah hanya taat pada aturan Allah semata.

selanjutnya… »

Cegah Disintegrasi, Sejahterakan Rakyat Papua

Surat 40 Anggota Kongres AS yang meminta Presiden SBY membebaskan dua tahanan OPM segera menuai reaksi. Panglima TNI mengatakan surat itu jelas merupakan bentuk intervensi. Sementara Menhan Juwono Sudarsono mengatakan sebaliknya , wajar kalau itu dilakukan. Sementara Hizbut Tahrir Indonesia dengan tegas mengatakan itu adalah bentuk intervensi dan sekaligus bentuk nyata dukungan AS terhadap disintegrasi Papua dari Indonesia.

Muncul pula berdebatan bagaimana pemerintah Indonesia harus bersikap. Abdillah Toha dari komisi I DPR mengatakan kita tidak perlu berlebihan mensikapi surat ini. Menurut Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) saat menerima delegasi Hizbut Tahrir di DPR (senin; 11/08/2008) pernyataan kongres tersebut tidak mewakili pemerintah AS dan bukan pula mewakili seluruh anggota kongres. Presiden SBY menurutnya tidak perlu menanggapi surat itu. Ada juga pengamat politik yang mengatakan surat itu anggap saja sampah, tidak perlu dipedulikan.

selanjutnya… »

HTI Datangi DPR Nyatakan Sikap Tolak Intervensi AS terhadap Separatisme

Syariah Publications.Com - Seluruh Anggota DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bersama para Mas’ul se-Jakarta Raya Senin (11/8) kemarin mendatangi gedung DPR RI untuk menyatakan sikap penolakan terhadap surat 40 anggota Kongres AS yang ingin mengintervensi pemerintah RI terkait kasus separatisme Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Rombongan yang dipimpin Ketua DPP M. Rahmat Kurnia ditemui oleh Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN Abdillah Toha. Pada kesempatan itu, M. Rahmat Kurnia membacakan pernyataan sikap HTI tentang Dukungan AS terhadap Gerakan Separatis.

selanjutnya… »

Ahmadinejad Menolak Mengunjungi Makam Penghancur Khilafah

ImagePresiden Iran Ahmadinejad menolak mengunjungi makam bapak sekularisme Turki, Mustafa Kamal Attaturk dalam lawatan kunjungannya ke Turki minggu depan, atas undangan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki yang berkuasa.

Harian Inggris the Guardian edisi Rabu (6/8) memberitakan bahwa PM Recep Tayyib Erdogan mengundang Presiden Iran untuk mengunjungi Istambul bukan Ankara, karena alasan kekhawatiran timbulnya permsalahan. Sesuai protokoler di Turki, setiap Kepala Negara yang berkunjung ke Turki diagendakan mengikuti seremonial kunjungan ke makam pendiri Negara Turki Sekular, Mustafa Kamal Attaturk, untuk meletakkan karangan bunga. selanjutnya… »